A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/KA) menuntut dunia pendidikan untuk menyesuaikan cara mengajar agar lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Di SMK Negeri 5 Sukoharjo, pembelajaran berbasis teknologi digital menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi murid, khususnya pada mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Untuk menjembatani kesulitan murid memahami konsep abstrak machine learning, guru mengembangkan media pembelajaran KA terintegrasi pada Google Sites yang berfungsi sebagai portal belajar interaktif. Salah satu fokus utama media ini adalah pembelajaran pemahaman mengenai machine learning melalui Teachable Machine.
Website ini dikembangkan dengan bantuan CanvaAI dan ChatGPT untuk menghasilkan desain visual, kode interaktif, serta materi dan kuis otomatis yang ditautkan ke Google Sites. Di dalamnya terdapat materi pembelajaran, kuis reflektif, serta fitur umpan balik otomatis, sehingga murid dapat belajar secara mandiri dan terarah melalui satu media terpadu. Inovasi ini tidak hanya menampilkan bagaimana KA dapat dipelajari, tetapi juga bagaimana AI digunakan untuk memproduksi dan memfasilitasi pembelajaran itu sendiri.
B. Isi
1. Situasi
Sebelum inovasi ini diterapkan, pembelajaran tentang machine learning di kelas masih berfokus pada teori tanpa media yang cukup menarik dan interaktif. Banyak murid kesulitan memahami bagaimana KA belajar dari data, karena tidak ada visualisasi atau simulasi yang mudah dipahami.
Selain itu, kegiatan praktik sering terkendala waktu, koneksi internet, serta kemampuan perangkat komputer yang terbatas. Guru membutuhkan media belajar yang bisa diakses secara fleksibel, ringan, dan tetap interaktif agar murid dapat mengeksplorasi konsep machine learning kapan pun dibutuhkan.
2. Tantangan
Beberapa tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran antara lain:
a. Kesulitan memahami konsep abstrak machine learning karena kurangnya media visual dan simulative
b. Keterbatasan waktu praktik di laboratorium komputer
c. Kebutuhan media pembelajaran terintegrasi agar murid tidak berpindah-pindah antara berbagai platform (materi, kuis, refleksi)
d. Variasi kemampuan murid, yang menuntut pembelajaran berdiferensiasi dan fleksibel.
3. Aksi
Untuk menjawab tantangan tersebut, guru melakukan inovasi pembelajaran dengan mengintegrasikan berbagai teknologi KA ke dalam satu portal pembelajaran berbasis Google Sites.
Langkah-langkah inovasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Pengembangan Media KA Terintegrasi
Guru merancang portal pembelajaran KA pada Google Sites menggunakan CanvaAI untuk desain antarmuka dan ChatGPT untuk menghasilkan teks, kuis, serta kode interaktif. Portal ini mencakup:
§ Materi tentang konsep dasar KA dan machine learning
§ Tautan langsung ke Teachable Machine, agar murid dapat mencoba melatih model gambar secara mandiri
§ Kuis otomatis berbasis ChatGPT yang terhubung dengan Google Form
§ Fitur refleksi dan umpan balik digital, agar murid dapat menilai pemahaman mereka sendiri.
Dengan demikian, Google Sites menjadi pusat pembelajaran terintegrasi. Murid tidak hanya dapat membaca materi, tetapi juga langsung berinteraksi dengan aplikasi AI untuk memahami bagaimana machine learning bekerja.
b. Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas
§ Guru memulai pembelajaran dengan pertanyaan pemantik seperti: Kalau AI bisa mengenali wajah, kira-kira dia belajar dari mana?
§ Murid diajak mengeksplorasi Teachable Machine melalui tautan yang tersedia di Google Sites.
§ Setelah membuat model sederhana, murid diarahkan mengakses materi tambahan dan kuis reflektif yang juga tersedia di situs tersebut.
§ Semua proses belajar (materi–praktik–evaluasi–refleksi) dilakukan melalui satu media digital terintegrasi.
c. Kolaborasi dan Pemanfaatan Teknologi KA
Guru menggunakan ChatGPT sebagai asisten dalam merancang naskah kuis dan umpan balik otomatis, serta CanvaAI untuk membuat visual dan halaman web. Selain itu, pembelajaran dikembangkan bersama guru lintas mapel (Bahasa Indonesia, Matematika, dan PPKn) agar muatan literasi digital, logika, dan etika teknologi tetap seimbang.
4. Refleksi
Penerapan media pembelajaran KA terintegrasi ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan antusiasme murid. Murid menyatakan bahwa mereka lebih mudah memahami cara kerja machine learning karena dapat langsung mencoba melatih model dan melihat hasilnya secara nyata.
Website pembelajaran yang terintegrasi memudahkan murid belajar kapan saja, bahkan di luar jam sekolah. Guru juga lebih mudah melakukan pemantauan hasil belajar melalui kuis otomatis dan refleksi digital. Secara keseluruhan, inovasi ini meningkatkan motivasi, kemandirian belajar, serta pemahaman konseptual murid terhadap KA dan machine learning.
C. Penutup
Inovasi pembelajaran KA Terintegrasi melalui Teachable Machine dan Google Sites membuktikan bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi bagian dari ekosistem belajar yang efektif, adaptif, dan menyenangkan.




