Guru dari berbagai daerah, Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, hingga Sragen, antusias mengikuti pembukaan Diklat Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) yang diinisiasi oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Dosen (LKPD) UMS bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) FKIP UMS. Program diklat berlangsung selama 3,5 bulan dan terbagi menjadi tiga tahapan pembelajaran, yaitu Fase In-1, On, dan In-2.
Pada Fase In-1 (14–18 Juli 2025), para peserta menjalani serangkaian kegiatan tatap muka intensif di kampus FKIP UMS. Agenda hari pertama mencakup registrasi, sambutan dari perwakilan LKPD UMS serta Dinas Pendidikan, dan pemaparan kebijakan Kemendikdasmen mengenai integrasi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial ke dalam kurikulum nasional.
Salah satu informasi penting yang disampaikan adalah bahwa mulai tahun ajaran 2025/2026, mata pelajaran Koding dan AI akan diterapkan secara kokurikuler di seluruh jenjang pendidikan — SD, SMP, dan SMA/SMK. Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam membekali generasi muda Indonesia dengan kecakapan digital serta kemampuan berpikir komputasional sejak dini.
Pada sesi-sesi berikutnya, peserta memperoleh pengenalan konsep dasar keilmuan Koding dan AI, praktik penggunaan Learning Management System (LMS), latihan Bebras Challenge, hingga praktik pembuatan proyek berbasis AI. Hari kedua diisi dengan pembelajaran tentang konstruksi prompt untuk AI generatif serta kreasi konten digital berbantuan teknologi kecerdasan buatan. Hari-hari selanjutnya berfokus pada pengenalan Large Language Model (LLM), dasar pemrograman AI, dan diakhiri dengan presentasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta media ajar yang telah dirancang oleh para peserta.
Usai fase tatap muka, guru peserta diklat melanjutkan ke Fase On selama tiga bulan di sekolah masing-masing. Pada tahap ini, mereka menerapkan pembelajaran berbasis koding dan AI secara langsung di kelas melalui pendekatan project-based learning, sekaligus mendokumentasikan hasilnya untuk didiskusikan dalam Fase In-2.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan Diklat Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang diselenggarakan oleh LPD Universitas Muhammadiyah Surakarta, guru SMK Negeri 5 Sukoharjo, Herlina Lintang Pertiwi selaku guru yang menjadi peserta diklat, melaksanakan kegiatan diseminasi hasil pelatihan pada Rabu, 22 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Guru Teknik Komputer dan Jaringan dan diikuti oleh guru-guru kejuruan serta pendidik yang mengampu mata pelajaran Informatika dan KKA. Dalam kegiatan ini, Herlina memaparkan hasil pembelajaran dan praktik baik yang diperoleh selama diklat, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif untuk memperdalam pemahaman peserta.
Respon peserta terhadap kegiatan diseminasi ini sangat positif. Para guru mengapresiasi materi yang dibagikan karena memberikan inspirasi baru dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang inovatif dan kontekstual. Melalui kegiatan ini, tercipta kolaborasi antarguru untuk membangun ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang etis dan berkelanjutan. Diseminasi ini sekaligus menjadi langkah nyata SMK Negeri 5 Sukoharjo dalam memperkuat literasi digital di lingkungan sekolah serta mendukung penerapan pembelajaran berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial secara lebih luas.